Grounding bukan hanya teknik yang terdapat pada sistem kelistrikan, teknik ini juga terdapat pada sistem audio. Keduanya sama-sama mengalirkan arus ke tanah. Namun, tentu keduanya berbeda.
Pada artikel ini akan dibahas lebih lengkap mengenai grounding pada sistem audio. Di samping itu kita juga akan membahas mengenai shielding pada audio system. Waduh, istilah apa lagi itu? Maka dari itu, simak artikel ini hingga akhir supaya tidak bingung!
Grounding Pada Audio System, Apakah Sama dengan Listrik?
Secara teknis keduanya sama, yaitu sama-sama mengalirkan arus ke tanah. Namun, arus yang disalurkan berbeda. Pada sistem kelistrikan, arus yang disalurkan adalah arus listrik (energi listrik), sedangkan pada sistem audio sudah pasti arus suara (energi/gelombang suara).
Namun, tujuan penerapan teknik ini berbeda. Pada sistem listrik, arus dialirkan ke tanah demi menjaga keamanan dan keselamatan agar terhindar dari arus bocor, petir, dan lonjakan tegangan.
Sementara pada sistem audio, arus suara diarahkan ke tanah dengan tujuan menghindari noise, interferensi suara, beda potensial antar perangkat, dan meminimalisir sinyal audio dari gangguan.
Intinya:
-
Grounding listrik: melindungi orang dan alat
-
Grounding audio: melindungi kualitas suara
Meskipun tujuannya berbeda, tetapi biasanya ground audio juga terhubung ke ground listrik. Jadi, keduanya saling berkaitan.
Pentingkah Grounding Pada Audio System?
Tujuan grounding audio tidak berkaitan dengan keselamatan orang dan perangkat. Lalu, pentingkah melakukannya?
Sangat penting! Meskipun tidak berkaitan langsung dengan keselamatan dan keamanan orang dan perangkat, teknik ini krusial untuk Anda yang benar-benar mementingkan dan memerlukan hasil suara jernih, bersih dari noise, dan profesional.
Sayangnya, teknik ini sering disepelekan pada sistem audio, akibatnya sistem audio dengan perangkat yang mahal sekalipun terdengar buruk akibat noise dan berbagai interferensi. Dengan melakukan grounding audio maka Anda dapat:
1. Menghindari Suara Hum dan Buzz
Pernah mendengar suara dengung pada frekuensi 50/60 Hz dari speaker? Suara dengung tersebut terkadang berbunyi seperti suara “hummm” atau “buzz” terkadang juga terdengar seperti suara “nggggg.” yang terdengar konstan.
Ini terjadi karena dua perangkat audio tersambung ke stopkontak berbeda yang memiliki tegangan ground berbeda.
2. Menjaga Kualitas Sinyal
Di udara terdapat berbagai macam sinyal yang tak kasat mata, termasuk sinyal audio. Bila sinyal-sinyal tersebut kasat mata maka pasti tampak seperti jalan raya yang sangat ramai.
Sinyal-sinyal tersebut dapat saling bertabrakan sehingga mengganggu sinyal audio sehingga memperburuk kualitas suara.
3. Menghindari Potensi Kerusakan Alat
Perbedaan potensial ground antara dua perangkat bisa menyebabkan arus mengalir melalui kabel audio yang pada akhirnya merusak input/output.
Kapan Grounding Audio Sangat Dibutuhkan?
Anda perlu melakukan ground audio pada:
-
Home studio dan recording studio
-
Sound system panggung (PA system)
-
Peralatan broadcast, mixer, interface audio, dan sejenisnya
-
Ketika menggunakan kabel panjang dan berbagai macam alat yang berbeda dan saling terhubung
Apa Itu Shielding Audio?
Selain grounding, terdapat teknik lain bernama shielding, yaitu teknik yang digunakan untuk melindungi kabel audio dari gangguan elektromagnetik atau electromagnetic interference (EMI) serta gangguan radio frekuensi atau radio frequency interference (RFI).
Caranya dengan membungkus kabel audio menggunakan lapisan pelindung seperti kawat logam atau aluminium foil.
Tujuan shielding pada sistem audio sebenarnya mirip dengan ground audio, yaitu untuk menjaga kualitas suara. Namun, jika dijabarkan secara spesifik keduanya memiliki beberapa perbedaan, yaitu:
|
Aspek |
Grounding Audio |
Shielding Audio |
|
Fungsi |
Menyediakan referensi nol volt & jalur buangan interferensi |
Menghalangi gangguan dari luar (EMI/RFI) |
|
Tujuan |
Mencegah ground loop, menjaga kestabilan sinyal |
Melindungi kabel dari noise yang masuk ke sinyal |
|
Bentuk fisik |
Jalur ground pada rangkaian & koneksi kabel |
Lapisan foil atau jaring logam di sekitar kabel |
|
Jika tidak tepat |
Muncul hum, buzz, ground loop |
Muncul desis, klik, noise karena interferensi luar |
|
Apakah bisa bekerja sendiri? |
Bisa, tetapi akan bekerja optimal bila terdapat shielding |
Tidak bisa. Anda harus melakukan grounding ke sistem audio terlebih dahulu. |
Kenapa Shielding Tidak Bisa Bekerja Sendiri?
Seperti yang telah dijelaskan pada tabel di atas, teknik ini tidak dapat bekerja sendiri, baru dapat berfungsi apabila Anda telah menerapkan teknik grounding audio karena lapisan logam baik dari aluminium foil maupun kawat logam yang mengelilingi kabel akan menangkap interferensi sinyal dari luar (lampu neon, WiFi, radio, dan motor listrik) kemudian akan membuangnya ke sistem ground agar tidak masuk ke sinyal utama.
Tanpa melakukan grounding terlebih dahulu maka lapisan logam pelindung tidak memiliki media untuk membuang sinyal-sinyal pengganggu tersebut.
Dalam melakukan shielding, biasanya hanya salah satu ujung kabel yang dihubungkan ke ground. Jika disambungkan di dua ujung kabel maka dapat memicu ground loop.
Pisahkan Jalur Kabel Audio dengan Kabel Listrik
Ketika melakukan grounding dan shielding sistem audio maka Anda harus memisahkan kabel audio dengan kabel listrik:
-
Jangan paralelkan kabel audio dengan kabel listrik AC
-
Jika harus menyilangkan kabel, biarkan menyilang tegak lurus 90o, bukan sejajar.
-
EMI bisa masuk ke kabel audio yang shieldingnya lemah
Hindari Area dengan Gangguan Elektromagnetik Tinggi
Jangan melewatkan kabel dekat dengan area-area berikut:
-
Power supply besar
-
Motor listrik (maksud motor listrik adalah motor penggerak mesin, bukan sekadar kendaraan roda dua berbasis listrik)
-
Lampu neon atau ballast
-
Router Wi-Fi (untuk sistem analog)
Perangkat-Perangkat Audio yang Wajib Shielding
Teknik shielding tidak perlu diterapkan pada seluruh perangkat audio. Sementara perangkat-perangkat yang wajib shielding adalah:
1. Mikrofon, terutama yang terhubung dengan kabel
2. Alat Musik elektrik (gitar, keyboard, digital piano, bass, dan sebagainya)
3. Laptop atau komputer
4. Mixer dan Audio Interface
5. Speaker baik aktif maupun monitor
6. Kabel audio yang panjangnya lebih dari 5 meter
Grounding dan shielding pada audio system sangat penting untuk menghasilkan kualitas suara bebas dari gangguan dan noise. Namun, menerapkan kedua teknik itu saja tidak cukup. Anda juga perlu melakukan treatment akustik dan insulasi suara pada ruangan Anda.
Informasi lebih lanjut seputar treatment akustik dan insulasi suara bisa Anda dapatkan di Instagram, TikTok, dan Yotube MyStudio Acoustic atau konsultasi gratis melalui WhatsApp kami.